
MALANG – Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Malang menyelenggarakan kegiatan Deklarasi Bersama Pesantren Aman sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, bermartabat, dan ramah bagi seluruh santri.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Malang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Kepala Kesra Kota Malang, Ketua FKPP Kota Malang, serta para kiai, ibu nyai, pengasuh, dan pengurus pesantren se-Kota Malang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya menanamkan ilmu dan akhlak, tetapi juga memberikan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan terhadap martabat santri.
Dalam sambutannya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang, Ahmad Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan deklarasi ini sangat penting sebagai langkah bersama untuk memperkuat kesadaran dan tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, upaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan santri perlu menjadi komitmen bersama antara pengasuh pesantren, pemerintah, Kementerian Agama, MUI, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi pedoman moral dan komitmen nyata yang diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di setiap pesantren.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. H. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, menyampaikan dukungan terhadap upaya membangun pesantren yang aman dan ramah santri. Pemerintah Kota Malang memandang pesantren sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui deklarasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, MUI, FKPP, dan seluruh pengelola pesantren untuk memastikan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam berjalan seiring dengan perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak santri.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bersama Pesantren Aman Kota Malang oleh para pihak yang berkomitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren yang aman, bermartabat, dan ramah santri.
Secara substansial, deklarasi tersebut memuat komitmen untuk:
1. Mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah santri.
2. Mencegah segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, serta tindakan yang merendahkan martabat santri.
3. Menguatkan pendidikan akhlak, penghormatan terhadap sesama, dan budaya saling menjaga di lingkungan pesantren.
4. Mendorong mekanisme pengaduan, pendampingan, dan penanganan yang tepat terhadap setiap persoalan yang mengancam keselamatan santri.
5. Memperkuat kerja sama antara pengasuh pesantren, pemerintah, Kementerian Agama, MUI, FKPP, dan masyarakat dalam mewujudkan pesantren yang aman dan berkualitas.
Penandatanganan deklarasi ini menjadi simbol kesepakatan dan tanggung jawab bersama untuk menjadikan keselamatan serta martabat santri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan pesantren.
KH. Halimi Zuhdi, MA, Ketua FKPP Kota Malang menegaskan bahwa deklarasi bersama ini merupakan langkah awal untuk memperkuat gerakan pesantren aman di Kota Malang. FKPP berharap seluruh pesantren dapat menjadikan semangat deklarasi sebagai landasan dalam membangun tata kelola pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Islam, keteladanan pengasuh, perlindungan santri, dan tanggung jawab kelembagaan.
Kehadiran para kiai, ibu nyai, pengasuh, dan pengurus pesantren dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pesantren dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam.
Melalui deklarasi bersama tersebut, FKPP Kota Malang berharap pesantren terus berkembang sebagai tempat menuntut ilmu, membentuk akhlak, menumbuhkan spiritualitas, serta membangun generasi yang berilmu dan beradab dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.























Discussion about this post